EUR/USD Diindikasikan akan Naik Di Atas 1,0700 Menjelang Inflasi Jerman

  • EUR/USD diperkirakan akan melanjutkan perjalanan naiknya di atas 1,0710 karena ekspresi hawkish dari ECB Lagarde.
  • HICP Jerman kemungkinan akan naik menjadi 11,8% terhadap rilis sebelumnya sebesar 11,3%.
  • Indeks Dolar AS turun mendekati level terendah enam bulan di bawah 103,10.

Pasangan EUR/USD sideways di dekat resistance level bulat 1,0700 setelah reli yang lumayan panjang. Pasangan mata uang utama ini diperkirakan akan menunjukkan dimulainya kembali perjalanan naik di atas resisten 1,0710 karena risk appetite yang meningkat.

Aset berisiko seperti S&P 500 mengakhiri tahun 2022 dengan catatan "waspada" karena tanggapan para analis yang beragam terhadap proyeksi ekonomi. Sebaliknya, mata uang yang sensitif terhadap risiko terlihat lebih banyak permintaan yang lebih kuat dari pelaku pasar. Indeks Dolar AS (DXY) memberikan terobosan turun dari konsolidasi yang terbentuk di kisaran 103,37-104,57. Sementara imbal hasil Treasury AS 10-tahun melanjutkan kekuatannya dan naik mendekati 3,88%.

Euro kemungkinan akan mengikuti irama data Indeks Harmonisasi Harga Konsumen (HICP) Jerman awal tahun ini, yang akan dirilis pada hari Selasa. Sesuai perkiraan, indikator inflasi kemungkinan akan naik menjadi 11,8% dibandingkan rilis sebelumnya sebesar 11,3%. Rebound inflasi Jerman kemungkinan besar merupakan hasil dari tingkat hipotek yang lebih rendah daripada pertumbuhan upah nominal.

Analis di Natixis berpandangan bahwa “Di zona euro, suku bunga riil jangka panjang jauh di bawah pertumbuhan potensial, dan tingkat hipotek lebih rendah dari pertumbuhan upah nominal; Oleh karena itu, kebijakan moneter benar-benar ekspansif.”

Disamping itu, Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde mengutip tingkat upah yang lebih tinggi sebagai triger inflasi yang lebih kuat. Seperti dilansir Reuters, Presiden ECB ini juga menyatakan bahwa bank sentral harus mencegah hal ini terjadi karena dapat menambah inflasi yang sudah tinggi.

Untuk front Amerika Serikat, analis di Natixis mengutip ekspresi kebijakan moneter sebagai pembatasan karena tingkat hipotek lebih tinggi dari pertumbuhan upah nominal. Kedepan, data IMP Manufaktur S&P Amerika Serikat akan tetap menjadi fokus, diperkirakan akan tetap stabil di 46,2.

Posisi 2 Januari 2023


Sumber: 

Post a Comment

0 Comments